Senin, 15 Desember 2014

Rabu,17 Desember 2014, teh tahongai hadir di laptop si Unyil

Kawan kawan ..jangan lupa nonton laptop si Unyil di trans7 insyaAllah hari rabu tgl 17 desember 2014 pukul 13.30 waktu samarinda...tentang pengolahan Teh Tahongai dari Kaltim....nonton yuk..ajak anak anak nonton yaaa....

Jumat, 12 Desember 2014

herbal hepatitis diabetes kolesterol

Teh Tahongai Raih UKM PANGAN AWARD 2014 kategori minuman

Alhamdulillah sobat tgl 26 September 2014..teh tahongai premium memdapatkan UKM PANGAN AWARD ketegori minuman kemasan dari kementrian perdagangan....semua berkah Allah Swt...terima kasih atas kepercayaan sobat konsumen semua...semoga Allah melimpahkan kepada kami dan anda semua....kesembuhan bagi yg sakit..kesehatan..dan rizki yg barokah.... Teh Tahongai Rp.200.000,- Hubungi : CV. Abihira Herba Center Jl. Kartini No 4 B RT 42 Sukorejo Lempake Samarinda Kaltim kontak : hp. 085257638400

Kaltim Raih Grand Anugerah Pertanian Berdaya Saing Unggul

INDAGKOP KALTIM • Edisi Triwulan IV 2014 33 Ekonomi & Bisnis SAMARINDA – Salah satu produk pertanian Kaltim, yakni Teh Tahongai meraih dua penghargaan sekaligus dalam Anugerah Pertanian Berdaya Saing Unggul 2014 dari Kementerian Pertanian. Dua penghargaan itu adalah peringkat pertama Produk Olahan Hortikultura Berdaya Saing Unggul dan penghargaan bergengsi Grand Award Anugerah Pertanian Berdaya Saing Unggul. Teh Tahongai dari Kaltim menyisihkan sekitar 300 peserta dari 34 provinsi se Indonesia dari empat kategori (tanaman pangan, hortikultura, buah-buahan dan peternakan). Penghargaan tersebut diterima Hery Romadan selaku pemilik dan pengembang produk Teh Tahongai dari Menteri Pertanian Suswono, di Kantor Kementerian Pertanian, Jumat (10/10). Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kaltim Ibrahim mengatakan sesuai komitmen Pemprov Kaltim yang memprioritaskan pembangunan sektor pertanian dalam arti luas, tentunya tidak hanya fokus pada peningkatan produksi dan produktifitas dari hasil produk pertanian saja, melainkan bagaimana menghasilkan produk turunan dari hasil pertanian yang berdaya saing dan unggul. “Jadi selain fokus di sektor hulu, kami tetap mencoba mengembangkan sektor hilir dengan memacu inovasi dan kreatifitas petani maupun pengusaha sektor pertanian untuk menghasilkan produk- produk berdaya saing dan unggul. Salah satunya adalah Teh Tahongai, yang merupakan tanaman asli Kaltim,” ungkap Ibrahim didampingi Kabid Hortikultura Alimudin di Kantor Dispertan Kaltim, Senin (13/10). Dispertan Kaltim, lanjut Ibrahim, terus berupaya untuk mendukung para petani ataupun pengusaha sektor pertanian dengan membantu dalam produk olahan dan alat-alatnya. Dispertan juga berupaya agar bagaimana tanaman pangan, hortikultura maupun buah-buahan menuju GAP (Good Agricultural Practice), yakni melalui penerapan good agricultural product , good handling practices dan good manufacturing practices . “Ini kami lakukan dalam rangka menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, produk pertanian kita harus siap bersaing dengan produk dari negara lain di ASEAN. Selain juga untuk mewujudkan Visi Kaltim Maju 2018, sektor pertanian menjadi salah satu target pembangunan yang harus disukseskan,” paparnya. Ibrahim berharap keberhasilan produk Teh Tahongai meraih Grand Award dari Kementerian Pertanian, dapat memacu produk-produk pertanian unggul lainnya di Kaltim untuk dapat lebih meningkatkan inovasi dan kreatifitas sehingga berdaya saing. Sementara itu, penerima penghargaan Anugerah Pertanian Berdaya Saing Unggul melalui produk Teh Tahongai, Hery Romadan, mengatakan produknya ikut diajukan oleh Dispertan Kaltim bersama dengan beberapa produk lainnya. Setelah melalui seleksi yang ketat, akhirnya produk Teh Tahongai lolos dan mengikuti karantina selama tiga hari. “Kami diuji apakah sesuai pengalaman di lapangan (faktualitas). Dan akhirnya Teh Tahongai yang merupakan tumbuhan obat asli Kaltim menang di kategori hortikultura. Setelah dinilai dari segala kategori, akhirnya kami meraih Grand Award,” katanya. (*)

Rabu, 16 Oktober 2013

Salam...

Assalamualaikum Wr Wb.. Alhamdulillah saya kembali membuka blog ini dan mulai meng update informasi....setlah sekian lama ternyata begitu banyak pengunjung di blog ini....setelah dua tahun berjalan kami berhasil membuktikan bahwa herbal kaltim itu memang luar biasa...atas izin Allah begitu banyak konsumen yang telah terpenuhi harapannya....saya atas nama Abihira Herba Center mengucapkan terimakasih bagi anda semua....semoga apa yang kami produksi dapat memenuhi harapan anda dan diberkahi Allah SWT...Amiin Hery Romadan Direktur CV.Abihira Herba Center

Sabtu, 30 Juni 2012

10 Makanan Bikin Hati Sehat

Penulis : Ikarowina Tarigan HATI merupakan organ tubuh yang sangat vital karena berfungsi mendetoksifikasi racun-racun di dalam tubuh. Agar tetap berfungsi dengan baik, hati juga memerlukan nutrisi-nutrisi tertentu selain nutrisi yang bisa meningkatkan aliran air empedu. Aliran air empedu merupakan bagian penting dari detoksifikasi karena berfungsi membawa racun-racun larut dalam lemak dari hati dan mengeluarkannya bersama kotoran. Nutrisi apa saja yang diperlukan? Berikut uraiannya untuk Anda. Multivitamin dan suplemen. Pilihlah multivitamin yang mengandung selenium, molybdenum, seng dan tembaga. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan suplemen choline dan methionine yang berfungi meregulasi metabolisme lemak dan meningkatkan aliran air empedu. Vitamin C. Vitamin C merupakan jenis vitamin larut dalam air yang mendukung proses detoksifikasi. Selain itu, vitamin ini juga berfungsi mengurangi beberapa efek samping detoksifikasi, seperti sakit kepala atau mual. Milk Thistle. Tanaman bunga dari keluarga asteracea ini merupakan herbal yang berdampak positif terhadap hati. Tanaman ini mengandung antioksidan yang membantu proses regenerasi sel hati. Artichokes. Tanaman sayur berbentuk bongkol ini mengandung komponen affeoylquinic acids yang berfungsi meningkatkan aliran air empedu dan membantu mencerna lemak-lemak. Bit. Bit mengandung betaine yang berfungsi membantu regenerasi sel-sel hati dan aliran air empedu. Selain itu, bit juga membantu metabolisme lemak. Brokoli. Brokoli dan anggota keluarga brassica lainnya seperti kubis, kol bunga, taoge, dan kol, berfungsi mendukung kerja enzim-enzim detoksifikasi hati. Buah dan sayuran segar. Makanan ini merupakan sumber vitamin C dan glutathione yang sangat penting dalam proses detoksifikasi. Protein. Protein diperlukan oleh hati dalam proses detoksifikasi. Anda bisa mendapatkan protein dari beragam makanan seperti kacang polong, kacang-kacangan, biji-bijian, tepung protein, serta ikan dalam jumlah sedang. Bawang putih dan bawang merah. Kedua jenis sayur ini mengandung komponen sulfur. Komponen ini terlibat dalam proses sulfation, proses detoksifikasi terhadap zat-zat kimia dari lingkunagn dan obat-obatan tertentu serta zat tambahan pada makanan. Komponen ini juga membantu mengeluarkan besi-besi berat berbahaya dari dalam tubuh. Akar dandelion. Herbal satu ini berfungsi meningkatkan aliran air empedu. Anda bisa menggunakannya dalam bentuk teh. (OL-08) Sumber : Media Indonesia (26 Oktober 2009)

Jumat, 22 Juni 2012

Tahongai, Natural Medicine from East Kalimantan

Tahongai is a natural plant that grows on the edge of the river in East Kalimantan, and become difficult to find plants that are cultivated by farmers in East Kalimantan. This plant has exceptional properties for health, so it's worth dubbed the "king of herbs from East Kalimantan" Tahongai ditepi sungai Mahakam Tahongai eleutherol contain active compounds and kaempferol 3-glucoside which functions as an anti oxidant and extra tahongai deadly liver cancer cells that HepG2 cells. Tahongai also contain coumarin class of compounds, namely 7-hydroxy-6-methoxy coumarin (skopolletin). Inin compound has the effect of antihypertensive, anti-inflammatory, anti allergic and can inhibit prostaglandin synthetase. Expert said Dr. Enos Tangka, Whitewater (lecturers and researchers Mulawarman University Faculty of Forestry) Our leaves are carefully tahongai (chemical laboratory of forest products) since 2007 until now, we found the active compound from the leaves tahongai eleutherol and kaempferol 3-glucoside which functions as an anti oxidant and extra tahongai deadly liver cancer cells HepG2 cells that we used in the study. Testimonies: Nikanoor, Bontang city recovered from hepatitis B, hepatitis B was diagnosed critical in dirgahayu hospital, samarinda 1999. after years that I have complete bed rest for treatment. during rest I am no longer taking medication given by doctors, but I take tahongai.after consume 2 times a day (morning and evening) for 1 year, in the year 2000 i checking back and found negative of hepatitis B. Yulindra, Samarinda City Wall of the lung abscess healed, I was diagnosed with spinal tuberculosis in 2002 in Klaten, 2003 I attended once to Unmul samarinda and treatment, was diagnosed with lung abscess wall (dirty fluid around the lungs that comes out like pus). This fluid boils out after like big around the rib cage on my right. I was given medication from the hospital, but after the drug has not gone unabated. I tried taking tahongai for 2-3 months (morning and afternoon) due to ulcers and holes where the pus out of a closed and dry. pus did not come out again until now (2011) Ummu Jafar, Samarinda city Allergic itch cured, when the rainy season, appeared itching and pores in the hands, legs and my thighs bigger, besides my face was swollen. I was advised to drink Tahongai, alhamdullillah after drinking 2 glasses, itching gone, my face is swollen again and my pores became normal. tahongai now I drink because my body more comfortable. daniel, Makassar city Hepatitis B and high blood improved, since 2002 have hepatitis B, and then drink Tahongai until 2007, the condition is getting better and high blood pressure was back to normal. Ibu Hudiono, jakarta City hepatitis B, typhoid and cured gout, hepatitis B, typhoid and gout since 2006. then since the 2007-2011 regular drinking tahongai and hepatitis B, typhoid and uric acid recovered

Kamis, 21 Juni 2012

SIAPA KAMI...?

Kami sebuah UKM yang berkembang dengan pesat dan InsyaAllah kami akan menjadi perusahaan besar dalam waktu singkat..Amin... Pernah berkecimpung dalam Organisasi Non pemerintah di kaltim "PLASMA" selama 5 tahun sehingga banyak memetik pelajaran dari masyarakat bagaimana masyarakat mampu mengelola perubahan...selain itu kemampuan "media campaign" yang dulu saya pergunakan untuk issue campaign...sekarang saya pergunakan untuk "product campaign"...selain itu kegagalan-kegagalan organisasi masyarakat dalam berbisnis yang beliau dampingi dulu di jadikan pelajaran untuk keberhasilan masyarakan yang bermitra dengan abihira herba center saat ini.... Pernah juga bekerja di Lembaga Internasional The Nature Conservancy selama lima tahun...kesempatan ini dipergunakan untuk memetik pelajaran bagaimana teks-teks sistem operasional prosedur, dan tata kelola sebuah organisasi yang berjaringan yang dapat di "adaptasi" dalam perusahaan saat ini secara perlahan...serta pelajaran-pelajaran dari bisnis di luar negeri yang di sambi "lihat,amati dan adaptasi" untuk percepatan dan inovasi usaha kami saat ini...

Rabu, 20 Juni 2012

Teh Tahongai Rambah Pasar Luar Samarinda

Selasa, 19 Juni 2012 Teh Tahongai Rambah Pasar Luar Samarinda Produk Herbal Kelurahan Lempake di Lomba TTG SAMARINDA. UKM Abihira Herba Center, selaku wakil dari Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, menyatakan kesiapannya dalam menghadapi Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kota Samarinda. Pengelola Abihira Herba Center Hery Romadan mengatakan, saat ini produk unggulan Teh Tahongai yang akan diikutsertakan dalam lomba TTG tersebut, telah diterima baik di pasar lokal. “Untuk pemasaran di lokal Samarinda, Teh Tahongai ini mendapat respon positif dari pasar. Sementara untuk bahan baku dan tenaga kerjanya berasal dari hasil tani dan dikelola warga di Kelurahan Lempake ini,” ujar Hery. Menurut Hery, tingginya animo pasar tidak terlepas dari khasiat Teh Tahongai itu sendiri. Diantaranya membantu penyembuhan berbagai penyakit terutama liver dan hepatitis. “Saat ini kami melibatkan puluhan ibu ibu baik dalam proses produksi maupun dalam penyediaan bahan baku. Proses produksi dilakukan oleh tiga orang dan dalam penyediaan bahan baku bekerjasama dengan ibu-ibu setempat baik individu maupun dengan kelompok wanita tani,” lanjut Hery. Untuk penyediaan bahan baku saat ini Abihira Herba Center bersama 3 kelompok tani yaitu Kelompok Tani Subur, Kelompok Karya Tani dan Wanita Tani Albarokah sedang mengembangkan budidaya bahan baku jahe merah, bawang tiwai dan tahongai di lempake. Sedangkan untuk pemasaran saat ini telah dipasarkan di wilayah Samarinda, Balikpapan, Makassar, Surabaya, Yogyakarta Dan Jakarta. Pemasaran The Tahongai juga menerapkan beberapa strategi yaitu dengan sistem konvensional dengan penjualan langsung dan dengan sistem berjaringan. “Disperindagkop provinsi Kaltim sedang menyiapkan kemasan yang dipersiapkan untuk promosi pasar luar negeri khususnya australia, malaysia, korea dan jepang. Untuk kegiatan promosi tanggal 21-25 Juni ini akan mengikuti pameran gebyar produk daerah di surabaya atas dukungan Disperindagkop provinsi kaltim,” pungkas Hery. (mac/ara) sumber: http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/18/37499

Jumat, 15 Juni 2012

Tahongai di GPPD EXPO Surabaya

Setelah tampil di pameran Pangan Nusa makassar 1-5 juni 2012 ...Tanggal 21-24 Juni 2012 produk Tahongai akan tampil kembali di arena Pameran Gebyar Pasar Produk daerah (GPPD EXPO) sebagai produk unggulan kaltim. Tahongai adalah tumbuhan yang fenomenal dari Kaltim karena khasiatnya yang luar biasa...mengandung anti oksidan yang fantastis serta berkhasiat ampuh membantu penyembuhan berbagai penyakit....warga surabaya yang ingin mencoba dan mengenal Tahongai ...segera kunjungi stand kalimantan Timur.....

Sabtu, 10 Maret 2012

Tahongai penurun gula darah

Tahongai sangat baik dikonsumsi sehari-hari oleh penderita diabetes, kolesterol dan obesitas , karena sangat menguntungkan bagi tubuh, karena tahongai memiliki, beta-sitosterol, yang memberikan efek hipoglikemik dan anti-inflamasi, dan bekerja dengan sistem pertahanan tubuh.

Tahongai juga potensial mencegah prostat

Satu lagi kehebatan dari Tahongai....ternyata Tahongai juga potensial mencegah prostat... Gangguan berupa pembesaran prostat jinak (PPJ) ini hanya mengancam ayah atau kakek kita. Sebab, kelenjar prostat hanya dimiliki kaum pria. Fungsinya saja memproduksi cairan prostat yang menyediakan zat makanan bagi sperma. Kelenjar yang kira-kira seukuran biji kacang tanah itu letak persisnya ada di antara tulang kemaluan dan anus, mengelilingi pangkal saluran kemih atau air seni (uretra). PPJ dibandingkan dengan gangguan lain, misalnya kanker prostat, memang paling sering terjadi. Penyebab PPJ belum diketahui secara pasti. Diduga, erat kaitannya dengan proses penuaan. Makanya, PPJ biasanya mulai timbul atau dirasakan pada usia 40 - 45 tahun. Sejalan dengan proses penuaan, terjadi perubahan pada sistem hormonal dalam tubuh. Secara bertahap terjadi proses reduksi biologis terhadap hormon testosteron - akibat pengaruh enzim 5-alfa-reduktase - menjadi hormon dihidrotestosteron. Perubahan yang berlangsung secara bertahap ini menyebabkan makin tingginya kadar dihidrotestosteron. Hormon inilah yang berpengaruh pada pembesaran kelenjar prostat (Ariawan Soejoenoes, dkk., 1996). Yang juga ikut andil dalam kasus pembesaran kelenjar prostat ini ialah bertambahnya zat prostaglandin dalam jaringan prostat. Beta-sitosterol berperan menghambat pembentukan prostaglandin. Karena itu PPJ dapat juga dicegah oleh beta-sitosterol (Bombardelli, E., Morrazoni, P., 1997). Jika kelenjar prostat membesar, saluran air seni atau uretra di dekat pintu masuk kandung kemih seolah-olah tercekik. Otomatis pengeluaran air seni jadi terganggu. Makanya, penderita akan sering kencing, terutama pada malam hari. Adakalanya tak tertahankan sampai mengompol segala. Bila jepitan pada uretra meningkat, keluarnya air seni pun makin sulit dan pancaran kencing jadi melemah lalu mendadak berhenti. Akibatnya, timbul rasa amat nyeri pada perut karena air seni yang tertahan. Keadaan ini selanjutnya dapat menimbulkan infeksi pada kandung kencing. Apabila PPJ sudah sedemikian rupa, dan aliran air seni terhenti, untuk mengeluarkan air kecing harus digunakan kateter. Cara ini akan dirasakan sakit oleh penderita. Pada tahap serius, dokter terpaksa melakukan pembedahan dengan memotong kelenjar prostat (Ariawan Soejoenoes, dkk., 1996). Tapi mencegah jelas merupakan langkah bijaksana. Makanya, jika timbul gejala-gejala hipertrofi prostat jinak, seyogianya segera mengonsumsi obat. Tahongai bisa dijadikan pilihan alternatif. Menurut Imran Gaffar dan Lexie (2010 )Senyawa β-sitosterol dapat diisolasi dari fraksi n-heksana dari kulit batang tumbuhan Kleinhovia hospita L (Tahongai). Nah ternyata tahongaiga ju mengandung betasitosterol yang dapat mencegah radang prostat....jadi sebuah nasehat bijak bila kita selalu minum teh Tahongai....

Minggu, 26 Februari 2012

Scientifically proven Natural Medicine

By Nawa Tunggal Tahongai leaves (Kleinhovia hospita) have long been utilized community of East Kalimantan to treat liver disease. Researchers from the University of Mulawarman, East Kalimantan, since 2007 attempting to parse this natural medicine scientific data. In public life, such as the Dayak community in Borneo, found a lot of information from different types of drug plants. This information is important to embark on scientific research, “said Enos Tangke Whitewater, a lecturer and researcher at the Faculty of forestry, Mulawarman University in mid-January, in Samarinda, East Kalimantan. Enos researching along his colleague, Irawan Wijaya Kusuma, from Mulawarman University Faculty of forestry. Research results it has now entered in Journal of Wood Science of the Japan Wood Research Society. The research was carried out with Kim Ung-Yong, Kuniyoshi Shimizu, and Kondo of Japan Ryūichirō. Tahongai is a shrub plant grows naturally in many suburban River in East Kalimantan. Soft-leaved plants and that green always cultivated some people now began to Borneo. Tahongai known to contain active compounds Eleutherol and Kaempferol 3-glucoside serves as antioxidant substances. From research, tahongai extract is also capable of lethal liver cancer cells, i.e. cells HepG2. In addition, it contains the compound, namely 7-kumarin hydroxy-6-methoxy group kumarin (skopoletin) which is able to give the effect of antihipertensi, a bitter taste, and antialergi as well as inhibit prostaglandins synthetase, a compound of fatty acids. Extraction Enos says, tahongai’s research began in 2007. It was taken about 1 kilogram of dried tahongai leaves and reconstituted into ethanol as much as 15 litres at a temperature of 25 degrees celsius. Next, tahongai leaves and created powder extract is filtered. This extract in the laboratory to find out which researched their subjects. Research on the extract of tahongai that Enos first get Kaempferol 3-glucoside. At the next tahongai extracts obtained Eleutherol. Both are antioxidant compounds to increase the resilience of the system of the body. Power research against cancer cell drag tahongai HepG2 hearts also developed. This research utilizes L-glutamine 10 percent and its accompanying bovine serum, sodium bicarbonate, 100 micrograms per milliliter antibiotics streptomycin, penicillin and 100 micrograms per milliliter. “From the results prove this scientifically, we support tahongai marketing efforts,” said Enos. Enos hired a group of small and medium enterprises in Samara to pack the leaves tahongai as the teabag, then marketed to a number of areas. In General, the description of the performance tahongai to treat liver disease is removing the toxins and treat the inflammation that occurs in the liver. The compounds in the tahongai function reduces kumarin pain due to inflammation of the liver. Tahongai able to recover compound on and strengthen the heart so it can perform its functions back like store minerals, vitamins, and sugar to fuel the body. The liver also serves outstanding wash away toxins in the blood as well as controlling the production of cholesterol and spending on cholesterol. Healthy liver Organ will support the performance of the kidneys. The liver breaks down some of the compounds that are toxic and produces ammonia, urea and uric acid by utilizing nitrogen from amino acids. The process of solving compound poison by liver detoxification process called. It is the burden of the kidney. The antioxidant content of tahongai also neutralizes the damage body cells caused by free radicals. Free radicals due to excess amounts of pollution will damage the body’s cells, causing premature aging, as well as a wide range of degenerative diseases, like arteriosclerosis (hardening of the blood vessel wall), hypertension, arthritis, cataracts, coronary heart disease, and cancer. According to Enos, tahongai expected to cure hepatitis A and hepatitis b. current traditional medicinal plants that still need to be improved to be a drug. Challenge Iravan is the head of the chemical laboratory of forest products Mulawarman University said, knowledge of herbal medicines widely owned community, in this case the Dayak community. Exemplifies the wisdom of local manufacture of iravan powder cold to whiten the skin and onion tiwai are used to stop bleeding in the body. “Cold Powder is actually not just for dayak to whiten the skin, but it is also useful to prevent the overproduction of melanin, which can cause skin cancer,” said Irawan. In the laboratory, the powder is known to inhibit cold dayak cell B16, namely skin cancer cells. Cold powder composition most dayak rice flour mixed with some spices and papilak leaves. Irawan said, onions tiwai used to prevent bleeding in the body are known to the public could whiten the skin. Onions contain tiwai antioxidants. “Compounds in onion already proved capable of inhibiting the tiwai microbes Trichophyton mentagrophyte that causes skin cancer,” said Irawan. So much information treatment of various diseases that make use of biodiversity was available. In Indonesia there are about 1,300 species of plants which can be used as medicine. The plant was now waiting for the efforts of researchers to scientifically prove the benefits of this natural remedy. (diterjemahkan dari Kompas.com)

Sabtu, 25 Februari 2012

Minum 2 Kotak Tahongai selama 40 hari, Hbsag-NYA turun signifikan

Saya meneruskan posting kawan saya pak Gunawan di status FBnya, beliau menulis" Pelanggan saya namanya pak Joko (082159763254), setelah mengkonsumsi teh tahongai 2 kotak (selama 40 hari) , hbsag-nya turun dari 7500 menjadi 39, bagi yang punya penyakit kanker hati atau hepatitis, silahkan kontak pak Joko untuk Sharing." Catatan saya: Pengalaman pak Joko merupakan pengalaman yang sangat berharga, oleh karena itu bagi anda yang memiliki keluhan yang sama silahkan untuk saling berdiskusi...mengambil pengalaman yang baik dan meninggalkan apa yang beresiko..

Kamis, 23 Februari 2012

Kami di facebook

Bagi anda yang ingin, bergabung dan berdiskusi tentang kesehatan silahkan add kami di facebook dengan nick Kapsul Tahongai dan email : admin@tahongai.com

Mengilmiahkan Obat Alamiah

Oleh Nawa Tunggal Daun tahongai (Kleinhovia hospita) sejak lama dimanfaatkan masyarakat Kalimantan Timur untuk mengobati penyakit hati. Para peneliti dari Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur, sejak tahun 2007 berupaya mengurai data ilmiah obat alami ini. Dalam kehidupan masyarakat, seperti komunitas Dayak di Kalimantan, dapat ditemui banyak informasi jenis obat dari berbagai tumbuh-tumbuhan. Ini informasi penting untuk memulai penelitian ilmiah,” kata Enos Tangke Arung, dosen dan peneliti pada Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, pertengahan Januari lalu, di Samarinda, Kalimantan Timur. Enos meneliti bersama koleganya, Irawan Wijaya Kusuma, dari Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Hasil penelitian itu sekarang masuk di Journal of Wood Science dari Japan Wood Research Society. Penelitian itu dilakukan bersama Yong-Ung Kim, Kuniyoshi Shimizu, dan Ryuichiro Kondo dari Jepang. Tahongai merupakan tumbuhan perdu yang banyak tumbuh secara alami di pinggiran sungai di Kalimantan Timur. Tumbuhan berdaun lunak dan selalu hijau itu kini mulai dibudidayakan sebagian masyarakat Kalimantan. Tahongai diketahui mengandung senyawa aktif Eleutherol dan Kaempferol 3-glukosida yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Dari penelitian, ekstrak tahongai juga mampu mematikan sel kanker hati, yaitu sel HepG2. Selain itu, mengandung senyawa golongan kumarin, yaitu 7-hidroksi-6-metoksi kumarin (skopoletin) yang mampu memberikan efek antihipertensi, antiinflamasi, dan antialergi serta dapat menghambat prostaglandin synthetase, suatu senyawa asam lemak. Ekstraksi Enos mengatakan, penelitian tahongai dimulai tahun 2007. Saat itu diambil sekitar 1 kilogram daun tahongai yang dikeringkan dan dilarutkan ke dalam etanol sebanyak 15 liter pada suhu 25 derajat celsius. Selanjutnya, daun tahongai disaring dan dibuat serbuk ekstrak. Ekstrak inilah yang diteliti di laboratorium untuk mengetahui kandungannya. Penelitian Enos pada ekstrak tahongai yang pertama mendapatkan Kaempferol 3-glukosida. Pada ekstrak tahongai berikutnya didapatkan Eleutherol. Keduanya merupakan senyawa antioksidan untuk meningkatkan sistem ketahanan tubuh. Penelitian daya hambat tahongai terhadap sel kanker hati HepG2 juga dikembangkan. Penelitian ini memanfaatkan L-glutamine 10 persen fetal bovine serum, sodium bicarbonate, streptomisin 100 mikrogram per mililiter, dan penisilin 100 mikrogram per mililiter. ”Dari hasil pembuktian secara ilmiah ini, kami mendukung usaha pemasaran tahongai,” kata Enos. Enos menggandeng sebuah kelompok usaha kecil dan menengah di Samarinda untuk mengemas daun tahongai seperti teh celup, kemudian dipasarkan ke sejumlah daerah. Secara umum, penjelasan kinerja tahongai untuk mengobati penyakit hati adalah mengeluarkan racun dan mengobati peradangan yang terjadi pada hati. Senyawa golongan kumarin pada tahongai berfungsi mengurangi rasa sakit akibat peradangan hati. Senyawa pada tahongai mampu memulihkan dan memperkuat hati sehingga bisa menjalankan fungsinya kembali seperti menyimpan mineral, vitamin, dan gula untuk bahan bakar tubuh. Hati juga berfungsi membersihkan racun yang beredar dalam darah serta mengontrol produksi kolesterol dan pengeluaran kolesterol. Organ hati yang sehat akan menunjang kinerja ginjal. Hati memecah beberapa senyawa yang bersifat racun serta menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. Hal ini meringankan beban ginjal. Kandungan antioksidan tahongai juga menetralkan kerusakan sel-sel tubuh yang disebabkan radikal bebas. Radikal bebas akibat pencemaran dalam jumlah berlebih akan merusak sel-sel tubuh, menyebabkan penuaan dini, serta berbagai penyakit degeneratif, seperti arteriosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah), hipertensi, arthritis, katarak, penyakit jantung koroner, dan kanker. Menurut Enos, tahongai diharapkan dapat menyembuhkan hepatitis A dan hepatitis B. Saat ini tanaman obat tradisional itu masih perlu pengembangan untuk menjadi obat. Tantangan Irawan yang merupakan Kepala Laboratorium Kimia Hasil Hutan Universitas Mulawarman mengatakan, pengetahuan tentang obat-obat herbal banyak dimiliki masyarakat, dalam hal ini masyarakat Dayak. Irawan mencontohkan kearifan lokal pembuatan bedak dingin untuk memutihkan kulit dan bawang tiwai yang digunakan untuk menghentikan pendarahan dalam tubuh. ”Bedak dingin dayak sebenarnya tidak hanya untuk memutihkan kulit, tetapi juga bermanfaat untuk mencegah melanin berlebih yang bisa menimbulkan kanker kulit,” kata Irawan. Dalam laboratorium, bedak dingin dayak diketahui mampu menghambat sel B16, yaitu sel kanker kulit. Komposisi bedak dingin dayak sebagian besar berupa tepung beras yang dicampur beberapa rempah dan daun papilak. Irawan mengatakan, bawang tiwai yang digunakan untuk mencegah pendarahan dalam tubuh juga diketahui masyarakat bisa memutihkan kulit. Bawang tiwai mengandung antioksidan. ”Senyawa pada bawang tiwai sudah dibuktikan mampu menghambat mikroba Trichophyton mentagrophyte yang menyebabkan kanker kulit,” kata Irawan. Begitu banyak informasi pengobatan berbagai penyakit yang memanfaatkan keanekaragaman hayati yang tersedia. Di Indonesia ada sekitar 1.300 jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai obat. Tanaman itu kini menunggu upaya para peneliti untuk membuktikan secara ilmiah manfaat obat alamiah ini. Sumber: Kompas
1132

Rabu, 01 Februari 2012

Tahongai herbal hepatitis dan kesehatan tubuh , varian baru produk kami...baru tayang gambar sudah banyak yang order...

Dari beberapa konsumen banyak yang mengeluh karena mereka tidak memiliki waktu menyeduh ataupun merebus teh celup tahongai....terkadang setiap mereka menyeduh sering lupa meminum sisanya sehingga mubazir ....untuk itu kami ingin memudahkan para konsumen Tahongai saat ini kami siap menyediakan tahongai dalam bentuk kapsul..Kapsul ini tidak kami pasarkan secara bebas karena memang belum memiliki izin edar dari balai POM tetapi kami tetap mempbuatnya dengan proses higienis dan kemasan yang apik dalam kemasan metalized bagian dalam dan kotak art paper dibagian luar.....sehingga ringan dikirimkan dan dibawa kemanapun...Untuk produk ini kami hanya melayani konsumen yang memang membutuhkan sesuai alasan diatas dan memesan langsung ke pusat stockist atau melalui agen-agen kami di daerah...walaupun dalam bentuk pesanan tapi kami telah menyiapkan stock yang cukup....1 kotak berisi 100 kapsul...untuk anda yang kronis dapat meminum dengan dosis 2 x 3 kapsul perhari...tetapi untuk menjaga kesehatan atau pencegahan cukup 1 x 2 kapsul perhari....harga per kotak Rp. 150. rb ...silahkan hubungi kami.....